translate To Your Language

Rabu, 02 Januari 2013

Berbagi Kisah # Saya Alumni Pengecer Tabloid 2Mingguan



Putih Abu - abu masa silam seseorang beraneka ragam. Ada yang penuh dengan kenangan pahit untuk direview ulang, tak jarang pula manis untuk disave dalam buku catatan.

Sebelum  berbagi kisah masa lalu, saya mengucap syukur yang sangat kepada Tuhan Sang Maha Pengatur sandiwara kehidupan. Karena dengan garis track record beliau, sungguh saya rasakan berbagai macam nikmat bocoran surga, satu diantaranya adalah ketika saya menjalani profesi sebagai Pengecer Tabloid 2Mingguan.

Berawal ketika saya sedang duduk di bangku kuliyah S1 semester awal dulu. Saya mendapatkan penawaran dari kakak nomer 3 untuk menjadi agen / pengecer Tabloid 2Mingguan. Tanpa berpikir panjang, saya langsung setuju dengan tawaran itu, karena dengan keyakinan bahwa jalan sukses seseorang pasti bermacam – macam.
Hari pertama saya menjajakan Tabloid, berhasil terjual 14 eksemplar, maklum masih pemula. Meski hanya sedikit dari sisi materi / laba yang diperoleh, saya mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman, seperti : Bagaimana cara mengenalkan diri, mengenalkan produk, meyakinkan kepada coustemer agar menjadi interested untuk membelinya.


Dari minggu ke minggu, peminat dan pelanggan semakin berkembang. Sehingga tanpa terasa belum genap satu tahun, angka 14 pada mulanya, berubah drastis menjadi 104 eksemplar yang harus saya selesaikan dalam waktu 2Minggu sekali.

Data base pelanggan saya multi lini (berbagai macam lapisan masyarakat). Ada dari para pejabat madrasah / sekolah, guru ngaji,perangkat desa, petugas KUA, pengusaha hingga anggota KPU. Berkat sering berinteraksi dengan beliau – beliau, saya mendapatkan kesempatan emas untuk mendapatkan ribuan transferan ilmu dan pengalaman kehidupan. Sebab, tak jarang saya diajak berlama – lama ngobrol / sharing berbagai informasi oleh para pelanggan, eits!!! Tanpa melupakan kewajiban pokok lho, “terus menjalankan dagangan tabloid yang masih belum tuntas terbagikan kepada pelanggan lain”.

Profesi ini bertahan sekitar satu tahun setengah. Dikarenakan jam terbang kuliah semakin bertambah, otomatis harus mulai mengurangi durasi dilapangan untuk mencari uang, hehehe. Namun, sebelum saya memutuskan hengkang sepenuhnya, sebagian pelanggan saya serahkan kepada rekan lain yang berkenan untuk meneruskan. Perlahan saya berpamitan kepada distributor, dan Alhamdulillah akhirnya disetujui untuk undur diri / berhenti.

Begitulah sekelumit kisah masa lalu saya. Kisah yang mapu membangun paradigma besar dalam diri saya untuk menghargai masa lalu, biarpun pahit / hina bagi minoritas orang, yang jelas manis saya rasakan, sebab kita bisa  merasakan manis gara – gara pernah merasakan pahit. Dan buah / hikmah  besar yang saya nikmati hingga saat ini adalah : profesi masa lalu pada hakikatnya membangun sebuah jaringan / link social, bisnis, knowledge, sekaligus pembuktian nyata adanya teori banyak sahabat / kenalan, banyak pula rejeki. Amin
Aron Prabowo – Bersama Menggapai Sukses Sejati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gu8uG Sumbang Saran Sahabat Sapu Jagad